Salah satu pendiri Google, Larry Page, akhirnya "merah kupingnya" dibilang mengekor Apple di bisnis smartphone. Ia membantah tuduhan CEO Apple Steve Jobs yang membuat pernyataan seolah-olah Google mengekor Apple bahkan yang menabuh genderang perang menyaingi Apple.
CEO Apple Steve Jobs secara tersirat mengatakan Google menjilat ludah sendiri dan mengkhianati perkawanannya dengan Apple dengan meluncurkan platform Android bahkan smartphone buatan sendiri Nexus One yang bersaing langsung dengan iPhone. Pada bulan Februari lalu, sejumlah media yang melansir pengakuan karyawan Apple memberitakan bahwa Steve Jobs menyumpahi Google.
Steve Jobs disebut-sebut mengeluarkan pernyataan bahwa Google sudah omong kosong dengan semboyannya sendiri yang sering diagung-agungkannya yakni "dont be evil" atau jangan jadi setan atau musuh buat teman sendiri. Jobs marah karena Google masuk bisnis smartphone dan akan sekuat tenaga menghentikan lajunya.
Ipod-Mp4-Teknologi Review
Selasa, 13 Juli 2010
"Tombol Panik" di Facebook untuk Lindungi Pengguna Anak-Anak
Facebook meluncurkan aplikasi "tombol panik" pada situs jejaring sosial itu untuk melindungi pengguna golongan anak dan remaja. Tombol ini bila diklik akan melaporkan setiap upaya pelecehan seksual ke Pusat Perlindungan Eksploitasi Anak (CEOP) dan tim Facebook.
Aplikasi itu juga akan muncul pada laman anak dan para remaja itu dengan menginformasikan bahwa "mereka terlindungi secara online."
Peluncuran dilakukan menyusul debat berbulan-bulan CEOP dan Facebook yang awalnya menolak ide tersebut. CEOP, lembaga penegakan hukum di bawah kewenangan pemerintah, ditugaskan melacak pelaku pelecehan seks online, menuntut "tombol panik" dipasang di semua jejaring sosial sejak November lalu.
Bebo menjadi jejaring sosial pertama yang menginstal "tombol panik", diikuti Myspace, namun Facebook menolak penambahan itu, dengan alasan sistem pengendalian mereka sudah cukup memadai.
Desakan untuk menginstalkan aplikasi ini kepada Facebook semakin keras, setelah pembunuhan dan pemerkosaan terhadap remaja berusia 17 tahun Ashleigh Hall oleh seorang dewasa berusia 33 tahun yang terbukti bersalah melakukan kejahatan seksual setelah menyamar sebagai remaja laki-laki, yang menjumpai koran lewat Facebook.
Aplikasi itu juga akan muncul pada laman anak dan para remaja itu dengan menginformasikan bahwa "mereka terlindungi secara online."
Peluncuran dilakukan menyusul debat berbulan-bulan CEOP dan Facebook yang awalnya menolak ide tersebut. CEOP, lembaga penegakan hukum di bawah kewenangan pemerintah, ditugaskan melacak pelaku pelecehan seks online, menuntut "tombol panik" dipasang di semua jejaring sosial sejak November lalu.
Bebo menjadi jejaring sosial pertama yang menginstal "tombol panik", diikuti Myspace, namun Facebook menolak penambahan itu, dengan alasan sistem pengendalian mereka sudah cukup memadai.
Desakan untuk menginstalkan aplikasi ini kepada Facebook semakin keras, setelah pembunuhan dan pemerkosaan terhadap remaja berusia 17 tahun Ashleigh Hall oleh seorang dewasa berusia 33 tahun yang terbukti bersalah melakukan kejahatan seksual setelah menyamar sebagai remaja laki-laki, yang menjumpai koran lewat Facebook.
Label:
elektronik,
facebook,
ipod,
teknologi
Minggu, 04 Juli 2010
Motorola Sindir Antena iPhone 4 di Iklannya
Ternyata bukan cuma Nokia yang tak mau menyia-nyiakan isu antena pada iPhone 4 untuk mengkampanyekan produk mereka. Motorola pun melakukan hal yang sama.
Seperti dikutip dari The Register, baru-baru ini Motorola melansir sebuah iklan yang mempromosikan ponsel Android teranyar mereka, Motorola Droid X, yang sedikit menyindir kelemahan ponsel kompetitiornya, Apple iPhone 4.
Dalam iklan itu, Motorola menyelipkan kata-kata yang menyinggung kelemahan iPhone 4. "Yang paling penting, ponsel ini (Droid X -red) memiliki desain dobel antena. Ini membuat pengguna bisa menggenggam ponsel dengan cara sesuka hati..."
Seperti diketahui sebelumnya, banyak yang mengeluhkan masalah antena pada iPhone terbaru. Ponsel pintar yang diunggulkan Apple ini tak bisa menerima sinyal saat digunakan oleh orang kidal.
Sebelum Motorola, Nokia juga mengejek iPhone 4 dalam blognya. Namun, langkah Nokia kemudian dipandang beberapa pihak sebagai langkah yang terlalu agresif. Apalagi beberapa produk Nokia terdahulu juga tak luput dari masalah penerimaan sinyal.
Apple sendiri bersikeras bahwa masalah antena pada iPhone 4 bukan suatu cacat bagi ponsel tersebut. Apple menginstruksikan kepada staf mereka untuk tidak memberikan servis garansi untuk masalah ini, dan menggaris bawahi bahwa Apple tak akan memberikan casing secara gratis kepada pengguna.
Sementara, hari ini situs review ternama Anandtech.com mengeluarkan hasil review-nya terhadap iPhone 4. Anandtech memang mencatat adanya peningkatan kinerja antena pada iPhone 4 ketimbang iPhone 3GS. Tapi saat digenggam dengan posisi tertentu, penerimaan sinyal pada antena iPhone 4 juga mengalami pengurangan yang drastis.
"Kelemahan paling utama dari iPhone 4 adalah kurang tepatnya penilaian Apple di sisi engineering. Faktanya Apple tidak siap untuk mengantisipasi masalah ini dengan melapisi antena, walaupun hanya dengan sedikit bahan non-konduktif," ulas Anandtech.
Hal ini, kata Anandtech, menunjukkan bahwa Apple kurang perhatian, atau bahkan kurang lengkap saat mengujinya. Oleh karenanya, seharusnya Apple, paling tidak menyediakan sebuah casing di setiap iPhone 4 yang dijual.
"Skenario terbaik bagi Apple adalah melapisi bagian antena iPhone 4, dan mengganti handset yang sudah ada dengan model yang telah direvisi. Situasi yang ideal ini memang sangat mahal bagi Apple, tapi ini adalah hal yang paling tepat untuk dilakukan." Anandtech menyimpulkan.
Selanjutnya, Anandtech juga mengatakan bahwa bukan seperti gaya Apple, bila perusahaan itu tak mau mencari solusi bagi masalah ini, untuk kepentingan konsumennya. (sj)
by indra vivanews
Seperti dikutip dari The Register, baru-baru ini Motorola melansir sebuah iklan yang mempromosikan ponsel Android teranyar mereka, Motorola Droid X, yang sedikit menyindir kelemahan ponsel kompetitiornya, Apple iPhone 4.
Dalam iklan itu, Motorola menyelipkan kata-kata yang menyinggung kelemahan iPhone 4. "Yang paling penting, ponsel ini (Droid X -red) memiliki desain dobel antena. Ini membuat pengguna bisa menggenggam ponsel dengan cara sesuka hati..."
Seperti diketahui sebelumnya, banyak yang mengeluhkan masalah antena pada iPhone terbaru. Ponsel pintar yang diunggulkan Apple ini tak bisa menerima sinyal saat digunakan oleh orang kidal.
Sebelum Motorola, Nokia juga mengejek iPhone 4 dalam blognya. Namun, langkah Nokia kemudian dipandang beberapa pihak sebagai langkah yang terlalu agresif. Apalagi beberapa produk Nokia terdahulu juga tak luput dari masalah penerimaan sinyal.
Apple sendiri bersikeras bahwa masalah antena pada iPhone 4 bukan suatu cacat bagi ponsel tersebut. Apple menginstruksikan kepada staf mereka untuk tidak memberikan servis garansi untuk masalah ini, dan menggaris bawahi bahwa Apple tak akan memberikan casing secara gratis kepada pengguna.
Sementara, hari ini situs review ternama Anandtech.com mengeluarkan hasil review-nya terhadap iPhone 4. Anandtech memang mencatat adanya peningkatan kinerja antena pada iPhone 4 ketimbang iPhone 3GS. Tapi saat digenggam dengan posisi tertentu, penerimaan sinyal pada antena iPhone 4 juga mengalami pengurangan yang drastis.
"Kelemahan paling utama dari iPhone 4 adalah kurang tepatnya penilaian Apple di sisi engineering. Faktanya Apple tidak siap untuk mengantisipasi masalah ini dengan melapisi antena, walaupun hanya dengan sedikit bahan non-konduktif," ulas Anandtech.
Hal ini, kata Anandtech, menunjukkan bahwa Apple kurang perhatian, atau bahkan kurang lengkap saat mengujinya. Oleh karenanya, seharusnya Apple, paling tidak menyediakan sebuah casing di setiap iPhone 4 yang dijual.
"Skenario terbaik bagi Apple adalah melapisi bagian antena iPhone 4, dan mengganti handset yang sudah ada dengan model yang telah direvisi. Situasi yang ideal ini memang sangat mahal bagi Apple, tapi ini adalah hal yang paling tepat untuk dilakukan." Anandtech menyimpulkan.
Selanjutnya, Anandtech juga mengatakan bahwa bukan seperti gaya Apple, bila perusahaan itu tak mau mencari solusi bagi masalah ini, untuk kepentingan konsumennya. (sj)
by indra vivanews
Langganan:
Postingan (Atom)


